INAI Catat Rekor Pencapaian Kinerja Terbaik

31 October 2016 | News Admin

Banyaknya permintaan produk aluminium extrusion di pasar internasional menunjukkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan baik dari segi kuantitas maupun pertumbuhan customer.

Tahun 2015 merupakan periode yang sangat memuaskan bagi PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI). Hal itu dikarenakan pencapaian pendapatan usaha secara konsolidasi menunjukkan tren kenaikan sebanyak 50% Rp 1,38 triliun dibanding tahun 2014. Banyaknya permintaan produk aluminium extrusion di pasar internasional menunjukkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan baik dari segi kuantitas maupun pertumbuhan customer. “Ini adalah bukti bahwa produk INAI telah mendapat kepercayaan sebagai produk dengan kualitas Internasional,” kata Bapak DR Alim Markus seusai acara Rapat Umum Pemegang Saham PT INAI di Fave Hotel Surabaya. Di Tahun 2016 ini harga aluminium anjlok hingga 14% sehingga PT INAI mulai fokus menggarap sektor konstruksi. Pasalnya, hingga awal tahun ini pendapatan dari sketor tersebut sangat signifikan di tengah lesunya pasar ekspor karena landainya ekonomi global. “Saat ini Manajemen masih optimis nilai penjualan tahun 2016 masih akan meningkat dibanding tahun 2015. oleh karena itu untuk beberapa waktu ke depan kami akan mempertimbangkan untuk penambahan kapasitas produksi,” kata President Director Maspion Group Bapak DR Alim Markus. Saat ini, kapasitas produksi INAI mencapai 2.000 ton per bulan. Bapak Alim menyebut, jika demand sektor konstruksi terus bertumbuh, pihaknya siap untuk segera melakukan penambahan kapasitas. “Ini karena harga aluminium untuk sektor konstruksi lebih tinggi ketimbang ekspor. Saat ini, harga ekspor aluminium dunia turun 14% dari USD 1.779 per ton menjadi USD 1.533. Karena itu, jika demand konstruksi naik, kita akan penuhi,” lanjut Bapak Alim. Hingga Mei ini, total penjualan kami mencapai Rp 586,52 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu penjualan kita sebesar 617,78 miliar atau turun hingga 5%. ini tak lepas dari turunnya harga aluminium di pasar global. Walaupun berjalan landai, Bapak Alim tetap optimis penjualan aluminium bakal terkerek di semester II. Pemerintah bakal menggenjot pembangunan infrastruktur. Selain itu pihaknya juga yakin ekonomi bakal terus membaik sehingga bisa mendorong demand dari luar juga akan meningkat.

Berita Terkait