Bank Maspion Siap Naik Level ke BUKU 2

31 October 2016 | News Admin

Herman Halim cukup optimis bahwa peningkatan level bakal sesuai target apabila dibarengi dengan investasi di bidang informasi teknologi dengan menciptakan aplikasi m-banking dan e-payment

PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) fokus dalam menaikkan menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) 2. oleh karena itu, Perseroan melakukan penambahan modal dengan memesan efek terlebih dahulu I sebanyak-banyaknya 600 juta saham menjadi Rp 1 Triliun. Direktur Utama Bank Maspion Herman Halim menyatakan bahwa di tahun 2016 Perseroan akan meningkatkan kinerjanya meskipun perekonomian diperkirakan masih belum pulih. “Aktifitas kami saat ini sangat terbatas. Dengan menaikkan dari BUKU I ke BUKU 2, kami bakal leluasa untuk meningkatkan kinerja seperti m-banking, e-payment dan e-commerce. Ke depan ekspansi ini akan mendongkrak kinerja Perbankan, Kata Dirut Bank Maspion seusai acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Fave Hotel (29/6). Herman Halim cukup optimis bahwa peningkatan level bakal sesuai target apabila dibarengi dengan investasi di bidang informasi teknologi dengan menciptakan aplikasi m-banking dan e-payment. Ia menyebut, pihaknya juga sudah siap menerapkan sistem branchless banking atau layanan tanpa kantor. “Sistem ini sangat menguntungkan. Selain pelayanan lebih cepat, juga membuat efisiensi pengeluaran lebih minim. Saat ini kami fokus ke IT untuk layanan m-banking, e-payment, e-commerce dengan secara bertahap sesuai pendapatan perusahaan,” lanjut Bapak Halim. Sementara itu, hingga akhir Desember 2015, Bank Maspion mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 4,04 Triliun atau meningkat 28,88% dibanding periode yang sama di tahun 2014. pencapaian kredit pada akhir Mei 2016 mencapai Rp 4,05 Triliun. Dari segi laba bersih, Bank Maspion mencatat hingga Rp 40,19 miliar pada tahun 2015. Berarti mengalami kenaikan 59,66% dibanding tahun 2014 sebesar Rp 25,17 miliar. Secara year to date mengalami peningkatan 59,74%. untuk laba operasional BMAS yang terdiri atas pendapatan bunga dan pendapatan operasional lainnya pada tahun 2015 tumbuh 69,17% menjadi Rp 55,98 miliar dari Rp 33,09 miliar di tahun 2014.

Berita Terkait